cara merawat rambut rontok
serba-serbi

Cara Merawat Rambut Rontok dengan Bahan-bahan Alami

Rambut rontok. Oh NO! Walaupun menurut penelitian 1 dari 3 perempuan secara natural mengalami kerontokan rambut, kita tetap saja kaget. Umumnya rambut rontok secara alami 100 helai rambut per hari. Pasti cemaslah ya, bila kita mengalami kerontokan rambut secara berlebihan. Masalah kerontokan rambut tidak hanya terjadi pada perempuan, tetapi bisa terjadi juga pada kaum laki-laki. Bila dibiarkan ada kekhawatiran rambut akan semakin menipis dan mengganggu penampilan. Apalagi masih banyak di antara kita yang bangga mempunyai rambut yang tebal, sehat, dan indah. Berbagai cara merawat rambut rontok biasanya akan dicoba, mulai dari vitamin dan tonik rambut yang dijual di toko, hingga bahan-bahan alami yang bisa disiapkan sendiri.

Penyebab rambut rontok sendiri bermacam-macam. Antara lain bisa disebabkan salah memilih sampo, gangguan hormonal, kurang protein, terlalu sering memakai hair dryer, setres, dan usia.

Berikut bahan-bahan alami untuk merawat rambut rontok:

1 – Lidah Buaya

Lidah buaya mudah ditanam di halaman rumah atau pot. Ramuan herbal ini sudah dipercaya sejak dulu kala mampu menumbuhkan rambut. Cara pemakaiannya pun mudah. Tinggal ambil sehelai lidah buaya, potong menjadi beberapa kerat. Oleskan lendir yang keluar dari daging lidah buaya pada akar rambut, diamkan selama 30 menit, lalu keramas seperti biasa. Lakukan 2-3 kali seminggu untuk hasil optimal.

2 – Kemiri

Kemiri selain untuk mencegah kerontokan rambut, dipercaya juga bisa menumbuhkan kumis dan jenggot para pria. Selain mudah didapat, harganya pun murah. Cara membuatnya mudah. Sangrai kemiri hingga hitam, kemudian tumbuk sampai mengeluarkan minyak. Oles minyak kemiri yang kaya akan nutrisi ini ke akar rambut. Lakukan 2-3 kali seminggu.
Teman-teman bisa juga membeli minyak kemiri asli yang dijual di toko-toko atau marketplace.

3 – Urang-aring

Urang-aring (Eclipta alba (L.) Hassk., sin. Eclipta prostrata L.) adalah sejenis tumbuhan liar semacam gulma. Sejak dulu kala dipercaya sebagai tanaman obat dan bisa menghitamkan serta menyuburkan rambut. Tumbuk tanaman urang-aring, cairannya yang dicampur dengan minyak kelapa oles ke kulit kepala, efeknya mendinginkan dan mencegah kerontokan rambut.

4 – Akar pohon pisang

Pohon pisang ternyata memiliki segudang manfaat. Selain buahnya yang enak disantap dan bisa dijadikan masker pisang untuk mencerahkan kulit, bagian batang bawah pohon pisang yang disebut bonggol pisang bermanfaat untuk menyuburkan rambut dan mencegah kerontokan.
Caranya pohon pisang yang ditebang, akan mengeluarkan getah di bagian bawah atau bonggol pisang tersebut. Getah inilah yang diolehkan ke kulit kepala seminggu sekali untuk menguatkan akar rambut.

5 – Seledri

Seledri selain sebagai bumbu penyedap pada hidangan sup, juga bermanfaat untuk menyuburkan dan menguatkan akar rambut. Caranya tumbuh daun seledri kemudian campur dengan teh hijau. Oleskan pada kulit kepala dan diamkan 15-20 menit. Efeknya selain menguatkan akar rambut juga mencegah rambut kusam.

6 – Santan kelapa

Penyebab utama rambut rontok adalah kulit kepala terlalu kering, bisa karena sering memakai kair dryer. Oleh sebab itu bisa memakai santan kelapa yang dioleskan ke akar rambut setelah keramas dan diamkan selama 10 menit. Efeknya semacam hair conditioner alami. Bilas sesudahnya dengan air sampai bersih. Rambut akan mudah disisir dan berkilau.

7 – Ginseng

Selain K-Pop, Korea juga terkenal sebagai penghasil ginseng. Akar tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit termasuk mencegah kerontokan rambut. Cara pemakaiannya ada dua cara, yaitu dengan membuat masker rambut dari ginseng yang diparut. Atau membuat tonik rambut dari rebusan ginseng. Oles ramuan ginseng tersebut ke kulit kepala kemudian diamkan 15 menit baru dibilas.

Nah, teman-teman itulah cara merawat rambut rontok dengan bahan-bahan alami. Jangan lupa saat proses penyerapan ramuan tersebut, lakukan gerakan memijat atau massage agar peredaran darah di kulit kepala lancar.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *