lingkungan sehat dan bersih
serba-serbi

Yuk Cegah Virus Mulai dari Lingkungan Sehat di Rumah

Teman-teman, sudah berbulan-bulan ini kita hidup di era pandemi Covid-19. Virus yang satu ini memang bandel banget dan belum pernah terjadi sebelumnya. Perjalanan penularan virus dimulai dari droplet (tetesan ludah) dari penderita Covid-19 kemudian menempel di permukaan benda atau melalui udara. Kemudian menulari orang lain yang menyentuh permukaan tercemar tadi, bila yang bersangkutan menggosok hidung, mengusap mata, dan lain-lain. Itu sebabnya protokol kesehatan utama adalah memakai masker, menjaga jarak dengan orang lain, serta rajin mencuci tangan. Oleh sebab itu sudah seharusnya untuk mencegah virus semakin meraja lela kita mulai dari menjaga lingkungan sehat di rumah sendiri.

Berikut langkah-langkah agar lingkungan sehat dan bersih di rumah:

1 – Air Bersih

Kunci utama mencegah virus Covid-19 adalah rajin cuci tangan dengan air bersih dan mengalir agar lingkungan sehat. Setiap pulang dari bepergian kita pun harus mandi memakai sabun dan air bersih tentu saja. Itulah uniknya virus Covid-19, partikel virusnya berupa lemak yang hancur karena terurai oleh sabun dan mati oleh desinfektan. Air bersih dan sabun juga bisa dipakai untuk melap permukaan yang kena sentuhan orang banyak.
Ada baiknya menyiapkan tempat cuci tangan di depan rumah, supaya cuci tangan terlebih dahulu sebelum masuk ke rumah.

2 – Ventilasi Baik

Sempat ada polemik, bahwa virus Covid-19 bukan airborne. Artinya penularannya tidak melalui udara tapi sentuhan. Belakangan ada informasi lain, bahwa penularannya juga melalui udara. Itu sebabnya kita harus memakai masker dan usahakan kita berada di ruangan yang ventilasinya baik dengan sirkulasi udara mengalir. Sering-seringlah membuka pintu di pagi hari agar udara bersih masuk ke dalam rumah.
Rumah yang banyak jendela sehingga ada terang matahari masuk ke dalam rumah membuat rumah lebih kering dan tidak lembap. Secara langsung menjadikan rumah lingkungan sehat dan bersih.

3 – Desinfektan Semua Permukaan

Bersihkan semua permukaan yang kena sentuhan orang banyak dengan desinfektan. Misalnya handel pintu dan lemari, permukaan meja, railing tangga, dan lain-lain. Pel lantai dengan cairan anti kuman minimal sehari dua kali. Agar lingkungan sehat dan bersih di rumah, tinggalkan alas kaki di luar rumah.
Baru-baru ini sempat beredar informasi bahwa penularan juga bisa melalui pengiriman barang dari luar rumah. Tak ada salahnya bila kita keranjingan beli-beli dari online shop, semprot saja bungkus paket dengan cairan desinfektan.

4 – Pengelolaan Sampah

Sampah yang tidak dikelola baik merupakan sumber penyakit. Dalam rangka menjaga agar lingkungan sehat dan pelestarian lingkungan, sampah bagusnya dipilah. Sampah dipilah menurut sampah organik dan anorganik (sampah plastik). Bisa banget kita mengelola sendiri sampah organik di tempat-tempat khusus, sehingga menghasilkan kompos. Sedangkan sampah plastik, bekas bungkus, wadah, dan botol-botol bisa diserahkan ke pengepul yang sering mampir dari rumah ke rumah.

5 – Saluran Pembuangan Lancar

Salurangan pembuangan di rumah ada dua macam, yaitu pembuangan air bekas sabun dan pembuangan dari WC. Keduanya harus lancar pembuangannya. Air bekas sabun dari kamar mandi yaitu air bekas mandi. Sedangkan air bekas sabun dari dapur merupakan sisa pembuangan cuci piring dan perabotan dapur lainnya. Keduanya mengandung lemak, rontokan rambut, atau sisa makanan, yang rawan menyumbat saluran pembuangan.
Sedangkan pembuangan di WC pastikan tidak memasukkan benda-benda yang rawan tidak terurai dengan benar, misalnya bekas pembalut, pampers, tissue, dan lain-lain.
Seminggu sekali cek juga salurah got di depan rumah, jangan sampai menggenang, sehingga rawan bersarangnya nyamuk dan menyebabkan banjir.

Nah, teman-teman itulah beberapa langkah agar lingkungan sehat dan bersih sehingga kita terhindar dari risiko penularan virus Covid-19. Jangan lupa tetap jaga kebersihan rumah. Hindari menumpuk barang sehingga menjadi sarang nyamuk dan rawan didatangi tikus. Barang-barang yang sudah tidak terpakai sebaiknya dihibahkan ke pihak-pihak yang membutuhkan.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *