seoul kota kreatif
desain

Belajar Dari Seoul Sebagai Kota Kreatif Dalam Desain

Kota Seoul, ibukota Korea Selatan, dengan luas 605.21 km2, merupakan kota metropolitan dengan populasi lebih dari 9 juta penduduk. Sungai Han membelah kota menjadi daerah utara dan selatan yaitu wilayah Gangbuk dan Gangnam. Kota yang sibuk ini merupakan pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organinasi global. Tetapi di sisi lain, Seoul juga mempertahankan situs warisan dunia yang telah ditetapkan oleh UNESCO berupa Istana Changdeok, Benteng Hwaseong, Kuil Jongmyo, Benteng Namhansanseong dan Makam Kerajaan dari Dinasti Joseon.

Sejak 2010, Seoul ditetapkan sebagai World Design Capital oleh UNESCO, maka pemerintah kota Seoul mengembangkan terus industri desainnya sebagai unsur strategis. Sekitar 73% desainer Korea Selatan terkonsentrasi di Seoul, menciptakan 170.000 pekerjaan dalam industri desain saja. Ada 57.625 desainer di bidang manufaktur dan konsultasi desain, 50.126 di bidang fashion, 7.123 di bidang periklanan, 7.347 di bidang arsitektur, 12.234 di desain game, 28.236 di pengembangan konten digital dan 9.300 di sektor lainnya.
Selain sebagai kota yang memperhatikan situs warisan budaya, berbagai bangunan ultra modern pun dibangun, salah satunya adalah DDP (Dongdaemun Design Plaza), dirancang oleh Zaha Hadid. DDP seluas 86.574 m2 dirancang sebagai pusat budaya di pusat distrik tersibuk dan paling bersejarah di Seoul, berfungsi sebagai Museum Desain, Balai Seni dan Laboratoriun Desain, termasuk perpustakaan desain dan fasilitas pendidikan desain. DDP pula yang menjadi salah satu pertimbangan Seoul terpilih sebagai World Design Capital.

Keutamaan dari dinobatkannya sebuah kota menjadi kota kreatif adalah mengembangkan terus kemitraan dengan berbagai sektor, yaitu publik dan swasta, organisasi profesi, masyarakat, dan lembaga budaya melalui Jaringan Kota Kreatif di seluruh dunia. Saat ini ada sekitar 180 kota di seluruh dunia, termasuk Bandung yang tertera dalam daftar City of Design.
Melalui Jaringan Kota Kreatif, publik bisa berbagi pengalaman, pengetahuan, dan sumber daya di antara kota-kota anggota sebagai sarana untuk promosi pengembangan industri kreatif lokal dan mendorong keberlanjutan pembangunan kota itu sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *