Bagi warga Bandung maupun wisatawan dari luar kota, Hotel Savoy Homann, Bandung sudah tak asing lagi. Terletak di Jalan Asia Afrika, agak berseberangan dengan Gedung Merdeka dan Museum Asia Afrika, dan tak jauh dari Jalan Braga serta Alun-alun Bandung.
Hotel di pusat kota ini ternyata menyimpan banyak cerita di baliknya.
Komunitas walking tour yang diprakarsai ceritabandung.id berkolaborasi dengan is.thegift menggelar sebuah acara untuk menelusuri lebih dalam warisan sejarah Bandung yang kaya, melangkah ke dalam aula megah Savoy Homann, tempat saat sejarah seolah bernapas dan berbagai kisah terungkap. Kita diajak untuk mengamati bahwa Savoy Homann lebih dari sekadar hotel, telah menjadi tempat singgah legendaris bagi tokoh-tokoh dunia, menjadi saksi atas momen-momen yang membentuk jiwa kota ini.
Dalam acara tersebut, kami menjelajahi sudut-sudut klasik dan kamar-kamar legendaris yang menyimpan gema masa lalu, sembari mengamati setiap detail dan mempelajari sosok-sosok luar biasa yang pernah menginap di sini. Bagi teman-teman travel blogger, acara seperti ini merupakan acara langka yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Pengalaman Bersambang ke Hotel Savoy Homann
Hotel Savoy Homann adalah hotel bersejarah bintang empat yang terletak di Jalan Asia Afrika, Bandung, Indonesia. Hotel ini dibangun pada tahun 1939, menggantikan Hotel Homann yang dibangun pada abad ke-19.
Dirancang oleh arsitek Belanda Albert Aalbers, hotel ini menampilkan eksterior dan interior bergaya art deco, serta perabotan bersejarah. Hotel ini merupakan warisan arsitektur dan contoh yang baik dari arsitektur kolonial art deco di Hindia Belanda.
Waktu itu hari Minggu, 4 Mei 2025, pukul 14.30, kami berkumpul di pintu samping totel, kemudian pemandu menceritakan secara runut tentang sejarah hotel ini.

mobil kuno di samping hotel

foto depan mobil kuno

story telling

teks Dasa Sila Bandung

salah satu detail bangunan hotel
Asal-Usul dan Perkembangan Zaman Dulu

grand hotel homann, bandung
- Awal Berdiri (1870–1872): Didirikan oleh keluarga imigran asal Jerman, yaitu A. Homann. Pada masa itu, bangunannya masih berupa rumah panggung sederhana berdinding anyaman bambu dan beratap rumbia di kawasan Jalan Raya Pos (kini Jalan Asia Afrika).
- Berkembang Menjadi Gedung Tembok: Seiring masuknya jalur kereta api Batavia–Bandung pada tahun 1884 yang mendongkrak pariwisata, hotel ini berkembang dan mulai digemari para pelancong serta pemilik perkebunan.
- Renovasi Art Deco (1937–1939): Di bawah pengelolaan Van Es, bangunan lama dirobohkan dan dibangun ulang total dengan gaya arsitektur Art Deco yang megah oleh arsitek Belanda A.F. Aalbers (bersama R. de Waal), kemudian ditambahkan nama “Savoy”.
- Masa Perang Dunia II: Sempat mengalami kerusakan dan beralih fungsi menjadi asrama perwira tentara Jepang (1942–1945), lalu digunakan Palang Merah Internasional pada tahun 1945.

plakat penyelenggara pembangunan hotel
Kejayaan dan Peristiwa Bersejarah
- Tamu VVIP Dunia: Pada zaman dulu, hotel ini sering disinggahi pesohor dunia seperti komedian legendaris Charlie Chaplin dan aktris Mary Pickford.
- Konferensi Asia-Afrika (1955): Menjadi tempat menginap para pemimpin dunia yang menghadiri KAA, seperti Presiden Soekarno (Kamar Suite Nomor 244), Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dari India (Kamar Nomor 144), dan Perdana Menteri Zhou Enlai dari Tiongkok (Kamar Nomor 344).
Konon waktu komedian Charlie Chaplin mengunjungi Kota Bandung, dia sempat wisata ke Dago naik delman dari Hotel Savoy Homann.
Zaman dulu hotel ini bernama Grand Hotel Homann, Bandung. Model bangunannya belum seperti sekarang, dengan bentuk atap yang unik.

buku tamu
Kamar-kamar Legendaris Hotel Savoy Homann

lobby front office

tangga ke lantai dua

peserta kunjungan ke Hotel Savoy Homann
Pada tahun 1955, saat Konferensi Asia-Afrika, hotel Savoy Homann menjadi tempat menginap para pemimpin dunia yang menghadiri KAA. Jadi para delegasi ini tinggal jalan kaki menyeberangi Jalan Asia Afrika yang dulu bernama Jalan Raya Pos, untuk mengikuti konferensi di Gedung Merdeka (Sociteit Concordia).
Setelah mendapat paparan kisah tentang sejarah hotel, kami diajak oleh pemandu berkeliling ke beberapa ruangan. Salah satunya ke lobby hotel nan megah dan mewah. Mengamati peninggalan barang-barang yang dulu disiapkan untuk menyambut konferensi. Seperti: buku tamu yang ada tandatangan peserta delegasi dan foto-foto.
Lalu kami naik tangga menuju kamar-kamar yang dulu dipakai tempat menginap tamu istimewa.
Kamar masih dengan model interior di zaman 1950-an disertai furnitur terbuat dari kayu dengan model klasik.
Kamar Suite Nomor 244, yang dulunya tempat Presiden Soekarno menginap, lebih luas dibandingkan dengan kamar lainnya. Dilengkapi dengan satu pojok beberapa sofa untuk menerima tamu dan meja bar.

kamar no 244

pojok ruang duduk

balkon di suite room kamar 244
Kami pun menyempatkan foto di balkon di lantai 2 ini, letaknya di pojok yang menjorok ke Jalan Asia Afrika, dan kalian bisa memandang langsung ke Gedung Merdeka.

suasana menyimak story telling
Fasilitas dan Ruang-ruang Lain di Savoy Homann
Selain kamar-kamar untuk tamu menginap, hotel ini dilengkapi dengan cafe, Side-walk Resto, Garden Restaurant, ruang makan, ball room, fitness, dan kolam renang.

tampak Garden Restaurant dari atas
Sebuah bangunan lama di belakang hotel sekarang digunakan sebagai perkantoran, dulunya pernah menjadi rumah tinggal keluarga Homann.

bangunan ex rumah tinggal keluarga Homann di belakang hotel
Penutup

aneka kue-kue hidangan sore
Acara berkunjung ke Hotel Savoy Homann, Bandung bersama komunitas ceritabandung.id ini tidak berhenti hanya menengok kamar-kamar, restoran, dll.
Tetapi sesudahnya masih ada acara seru di Side-walk Resto, yaitu menikmati tea-time dengan sajian teh dan kue-mue yang lezat khas hotel.
Sambil menikmati sajian ringan ini, diadakan kuis untuk mendapatkan hadiah berupa buku dan cendera mata menarik lainnya.
Setelah acara selesai pun kami masih dibekali dengan goody bag yang berisi cendera mata dari is.thegift.
Acara menarik ini meninggalkan kesan mendalam, meresapi suasana hotel yang dipakai delegasi Konferensi Asia Afrika di tahun 1955. Betapa Indonesia waktu itu menjadi negara yang cukup aktif menjaga perdamaian dunia.
Terbersit, kapan-kapan ingin juga staycation di hotel yang mempunyai lima pilihan kamar, Executive Double Bed Room, Deluxe Twin Bed Room, Deluxe Double Bed Room, Executive Twin Bed Room, dan Junior Suite. Yuk, teman-teman yang punya rencana wisata ke Bandung, boleh banget menginal di hotel bersejarah ini.
