Apa pengalamanmu ketika memesan hotel melalui aplikasi OTA?
Tahun lalu kami sekeluarga merencanakan untuk bepergian ke Yogyakarta. Anak saya mendapat undangan untuk berpameran di Bentara Budaya Yogyakarta, sehingga dia mengajak suami dan anaknya untuk travel di Jogja. Dipikir-pikir, saya dan suami juga ikut juga deh, berwisata ke sana. Sejak anak-anak menikah, memang sulit mencari momen yang pas untuk pergi bareng. Belakangan, anak pertama mau menyusul juga bareng istrinya.
Bila ada tiga keluarga yang akan berwisata bareng seperti ini, maka apa saja tips memesan hotel melalui aplikasi OTA (online travel agent)?

SS aplikasi OTA (online travel agent)
Tips Memesan Hotel
Memesan hotel melalui aplikasi Online Travel Agent (OTA) seperti Traveloka, Agoda, Tiket.com, atau Booking.com membutuhkan ketelitian agar pengalaman menginap sesuai harapan dan terhindar dari biaya tersembunyi.
Berikut adalah hal-hal penting yang wajib kalian perhatikan sebelum menyelesaikan pembayaran:
Lokasi dan Aksesibilitas
- Jarak ke Destinasi Utama: Jangan hanya tergiur oleh foto hotel yang bagus. Cek peta di aplikasi untuk memastikan jarak hotel ke pusat kota, tempat wisata, atau stasiun/bandara. Waktu itu kami berangkat dari Bandung naik kereta api, maka jarak dari dan ke stasiun juga menjadi pertimbangan.
- Lingkungan Sekitar: Perhatikan apakah area sekitar hotel dekat dengan tempat makan, minimarket, atau justru berada di area yang bising/sulit dijangkau oleh transportasi umum. Bagi keluarga yang membawa anak kecil seperti anak saya, adanya minimarket dekat hotel sangat membantu untuk membeli keperluan yang lupa dibawa dari rumah. Seperti sikat gigi dan odol anak. Atau camilan, roti, susu, dan buah-buahan.
Rincian Fasilitas & Tipe Kamar
Rincian fasilitas dan tipe kamar cukup penting dibaca dengan teliti, sebelum melakukan pemesanan dan pembayaran. Kalau perlu, cari tahu akun medsos dan kontak Whatsapp hotel tersebut, untuk menanyakan hal-hal spesifik.
Fasilitas Spesifik
Pastikan kamar yang dipesan memiliki fasilitas dasar yang kalian butuhkan (seperti Wi-Fi, AC, air hangat, kulkas mini, air minum, atau lift). Pada foto hotel di aplikasi OTA sering terlihat juga bentuk bangunan, apakah satu lantai atau bangunan bertingkat. Untuk itu, pastikan ada fasilitas lift atau tidak.
Fasilitas lain yang seringkali diminati juga antara lain, kolam renang, fitness, tempat bermain anak, retail shop, butik, dan lain-lain.

fasilitas kolam renang hotel
Ukuran Kamar & Tipe Kasur
Periksa luas kamar (m²) dan jenis tempat tidur (Single, Twin/2 kasur terpisah, atau King/Double). Adakalanya luas kamar juga berpengaruh pada harga kamar tersebut.
Kalau saya pribadi, memastikan di kamar tersebut ada cukup space untuk shalat. Kamar-kamar yang menyediakan sofa kecil juga membuat keluarga yang membawa anak kecil merasa nyaman.
Baru-baru ini saya booking hotel di sebuah kota kecil. Ternyata setelah masuk kamar, kamar tersebut tidak berjendela. Walaupun review hotel tersebut cukup baik, saya kurang teliti memperhatikan foto kamar. Seolah ada foto jendela, tetapi jendela tersebut ternyata jendela mati. Tidak menghadap ke luar, tetapi ke kamar mandi.

kamar tanpa jendela

kamar berjendela dilengkapi sofa kecil
Pilihan Sarapan (Breakfast)
Perhatikan apakah harga yang tertera sudah termasuk sarapan (Breakfast Included) atau belum (Room Only). Keluarga yang membawa anak atau anggota keluarga lain, harus tahu harga extra breakfast per orang, karena tiap kamar biasanya hanya menyediakan sarapan untuk dua orang.
Ada baiknya menanyakan apakah di kamar hotel ada ketle atau ceret listrik dan ketersediaan air minum di kamar. Ada beberapa hotel yang menyediakan dispenser di lobby lift, sehingga kita bisa memasak air panas sendiri.
Teman saya malah kalau ke luar negeri, membawa rice cooker kecil sendiri, sehingga bisa memasak nasi atau lainnya, untuk lebih berhemat biaya makan atau sarapan. Biasanya untuk grup open trip yang berwisata tidak termasuk biaya makan, maka peserta travel silakan cari makan sendiri.

perbedaan harga “tanpa sarapan” dan “sarapan untuk 2”

sarapan hotel
Ketentuan Pembatalan & Perubahan Jadwal (Policy)
Kemudahan memesan kamar hotel dari aplikasi OTA, menuntut ketelitian penggunanya, karena ada ketentuan pembatalan atau perubahan jadwal.
- Refundable vs Non-Refundable: Kamar dengan harga paling murah biasanya bersifat Non-Refundable (uang hangus jika batal). Jika rencana perjalanan kalian belum pasti, pilihlah opsi Free Cancellation atau bisa Reschedule.
- Batas Waktu Pembatalan: Jika memilih opsi pembatalan gratis, catat tanggal dan jam batas akhir pembatalan tanpa denda. Bila konsumen tidak check-in sampai batas waktu pemesanan di aplikasi, maka otomatis batal. Oleh sebab itu, bagi konsumen yang memakai kartu kredit, cek layanan kartu masing-masing, apakah overlimit, atau autodebit.
Rincian Harga Akhir (Biaya Tersembunyi)
Setelah dirasa cocok dengan pilihan kamar, melakukan pemesanan, dan memilih cara pembayaran, akan muncul harga terakhir yang harus dibayarkan. Selain harga kamar yang tertera di OTA, ada biaya layananan lainnya, yaitu:
- Pajak dan Biaya Layanan: Pastikan harga di layar awal sudah memperhitungkan pajak (Tax) dan biaya layanan (Service Charge).
- Biaya Tambahan di Lokasi (Deposit/City Tax): Beberapa hotel meminta uang deposit tunai saat check-in (yang akan dikembalikan saat check-out) atau mengenakan pajak turis lokal yang harus dibayar langsung di resepsionis.
Ulasan dan Rating Konsumen (Real Reviews)

ulasan dan rating konsumen
- Filter Ulasan Terbaru: Baca ulasan dari tamu yang menginap dalam 1–3 bulan terakhir untuk mengetahui kondisi kebersihan dan keandalan pelayanan saat ini.
- Fokus pada Kebersihan & Layanan: Perhatikan keluhan berulang tentang kebersihan seprai, aroma kamar mandi, keandalan AC, atau keramahan staf.
Hotel merupakan bisnis hospitality yang mengandalkan ulasan dan rating pembeli. Sedangkan dari sisi konsumen, memutuskan untuk menginap, sebaiknya memperhatikan rating dan review konsumen sebelumnya, supaya mendapatkan gambaran kondisi hotel tersebut. Misalnya, kalau ada review kamar ada kecoak, atau toilet hotel bocor, saya langsung skip tidak jadi menginap, walaupun harganya cocok.
Kalau TV tidak ada koneksi channel yang bagus, saya masih bila toleransi, karena sejak adanya HP, jarang juga menonton TV di kamar hotel.
Jam Check-in dan Check-out
- Waktu Standar: Waktu check-in umum biasanya pukul 14.00 dan check-out pukul 12.00. Beberapa negara ada yang menerapkan waktu check-out lebih awal dari pukul 12.00, sedangkan check-in lebih sore. Terutama pada saat okupansi hotel cukup padat, sehingga perlu waktu lebih lama untuk membersihkan dan menyiapkan kamar untuk tamu berikutnya.
- Kebutuhan Early Check-in / Late Check-out: Jika kalian tiba terlalu pagi atau penerbangan malam, beri catatan khusus (Special Request) di aplikasi atau hubungi pihak hotel terlebih dahulu. Tentunya untuk early/late seperti ini, ada biaya tambahan sesuai dengan peraturan hotel.
Saya seringnya kalau datang kepagian ke suatu kota dan memang sudah booking sebuah hotel, boleh koq titip koper/ransel di concierge hotel. Setelah konfirmasi ke staf hotel di front office, nanti akan diberi kartu kalau kita titip barang. Silakan jalan-jalan dulu, kuliner dll, sampai waktu check-in tiba.
Tips Tambahan
- Manfaatkan Promo & Kupon: Selalu cek kolom Voucher/Coupon di aplikasi sebelum melunasi pembayaran.
- Simpan Bukti Konfirmasi (E-Voucher): Unduh atau screenshot e-voucher di ponsel agar bisa ditunjukkan saat check-in tanpa tergantung pada koneksi internet.
Penutup
Tips lain yang tak kalah penting. Bila ada hotel yang sudah dipilih, sebelum melakukan pemesanan, cek media sosial atau akun Instagramnya. Kalian bisa WA ke nomor yang tertera dan tanyakan hal-hal detail, misalnya: lift, jendela (penting!), air panas, dll. Dan bila telah melakukan pemesanan, konfirmasi lagi satu atau dua hari sebelum kedatangan, apakah pemesanan melalui OTA sudah tercatat di hotel tersebut.
Bisnis online travel agent (OTA) merupakan bisnis kepercayaan. Segala sesuatu informasi di aplikasi OTA tersebut akan sangat berguna bagi calon konsumen yang mencari tips memesan hotel.
Selain menyimak review dan memilih dengan cermat hotel dan fasilitasnya, teman-teman dapat juga menyimak blognya RianaDewie.com untuk mendapatkan informasi tentang destinasi wisata, hotel, kuliner, dan travel tips.

Tips yang sangat praktis dan bermanfaat, untuk Urusan pesan hotel memang gampang-gampang susah, salah langkah dikit bisa rugi di kantong atau kurang nyaman saat staycation. Poin-poinnya bakal jadi checklist wajib saya kalau mau pesan penginapan nanti.
Seru baca tulisan ini karena tipsnya terasa benar-benar lahir dari pengalaman, bukan sekadar checklist hasil browsing.
Bagian soal kamar yang ternyata “jendelanya” menghadap ke kamar mandi itu relate banget—kadang foto di OTA memang bisa bikin kita terlalu pede sebelum booking. Aku juga suka tips soal cek lokasi, fasilitas sampai review terbaru, karena ternyata detail kecil begitu yang justru menentukan nyaman atau zonk-nya sebuah perjalanan. Makasih sudah berbagi, ini wajib disimpan buat bekal hunting hotel berikutnya!
Sebetulnya mudah booking hotel melalui OTA. Tapi, memang terkadang butuh ketelitian. Misalnya kayak memilih sarapan atau enggak, itu bisa lumayan beda harganya. Jangan sampe rencananya gak sarapan, tapi malah pilih yang include sarapan.
Aku seringnya booking hotel lewat online, sih. Beberapa ada kejadian dapat kamar yang enggak sama dengan bayangan saat di foto. Tapi ya gimana ya. Bahkan kalau kita booking langsung ke hotelnya juga kita enggak bisa liat dulu kamarnya baru bayar. Jadi ya, review2 itu sangat membantu sih
Saya loh sampai punya lebih dari 5 aplikasi travel agent dan booking hotel. Jauh lebih mudah dan bisa refund sih. Aman kok asal jeli baca review juga.
Tricky memang urusan pemesanan hotel ini ya Mbak. Apalagi saat destinasinya belum pernah sama sekali kita datangi. Kalau saya kebetulan punya lingkungan pertemanan yang hobi ngukur jalan dari Sabang sampai Merauke. Bahkan banyak yang sudah menginjakkan kaki di puluhan negara. Mereka ini sering jadi referensi hidup saya dan alhamdulillah sejauh ini gak pernah mengecewakan karena ulasannya jujur. Begitu pun saya ke mereka. Jadi bisa saling mengisi.
Jika pun belum puas dengan referensi di atas, biasanya saya menilik Google Review di GMaps. Cari komen orang yang diksinya gak standard gitu hahahaha. Biasanya jitu banget. Saya pun melakukan itu. Setiap tempat yang saya kunjungi tak kasih review jujur. Setelah itu terlewat tapi belum sreg juga, berarti menyusur OTA. Pilihan terakhir lah pokoknya.
Titip koper di concierge sebelum jam check-in juga jadi andalan saya dan keluarga mbak, maklum kadang jadwal penerbangan hemat itu yg paling pagi tiba ditujuan.
Makasih sharingnya, jadi checklist wajib nih sebelum booking hotel lewat OTA lagi.
pernah nih saya bareng kakak pesen hotel via app
heran banget ketika nemu kamar murah di dekat pusat kota Solo
sayangnya kita cuma bayar 1 malam, gak segera booking untuk 2 malam (dengan berbagai pertimbangan), karena malam kedua kita kena tarif normal ;D
Aah.. jadi inget pas booking hotel di daerah ((bukan kota besar)) berdasarkan foto yang dipasang pihak hotel.
Terlihat semi-industrial yang cakeepp pissaan…
Ala kulli hal, ternyataa..
Hahaha.. aku sama suami langsung ngang ngong pas nyampe.
Semi-industrial??
Kek lebi mirip belum jadi sih yaa..
Dan kamar kami, termasuk yang besar, tapi minus air hangat dan sedikit berdebu serta seprai yang warnanya antara bisa dibilang abu-abu daripada putih yaa..
Hihii.. pengalaman luar biasa…