keunikan hagia sophia
desain

5 Keunikan Hagia Sophia, Jejak Kemegahan Arsitektur Bizantium

Setelah lebih dari 80 tahun Hagia Sophia dengan kemegahannya sebagai bangunan museum di kota Istanbul, Turki, maka sejak pertengahan Juli 2020 kembali berfungsi menjadi masjid. Pengubahan fungsi memang telah ditetapkan oleh pengadilan tinggi Turki dan ditandatangani oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Kontroversi dan reaksi kekecewaan muncul dari berbagai komunitas dan perwakilan negara lain. Di sisi lain, banyak juga yang menyatakan rasa syukur karena Hagia Sophia berfungsi sebagai masjid.
Keunikan Hagia Sophia memang tak terbantahkan dan bisa ditelusuri dari artefaknya yang berdiri tegak walau usianya sudah ribuan tahun. Berbagai penelitian mulai dari sejarah, arsitektur, struktur hingga matematis silih berganti mengangkat bangunan megah ini. Hagia Sophia menjadi milik dunia, apalagi setelah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO di tahun 1985.

Berikut keunikan Hagia Sophia yang bisa ditelusuri dari berbagai penelitian.

1 – Jejak Arsitektur Bizantium

eksterior hagia sophia
Hagia Sophia, Istanbul, Turki

Hagia Sophia yang pertama dibangun pada masa kaisar Constantin di era Kekaisaran Romawi Timur, pada tahun 360. Waktu itu Kekaisaran Romawi melebarkan kekuasaannya dari Inggris hingga ke Asia Tengah menyeberang Selat Bosphorus. Kawasan Romawi Timur ini dikenal dengan Bizantium dengan ibukotanya Constantinople (Konstantinopel), mengambil nama dari ayah Constantin, Constantin I, kaisar pertama. Dikemudian hari, Constantinople berganti nama menjadi Instanbul, yang kita kenal sekarang.

Hagia Sophia awalnya didesain sebagai gereja dengan bentuk basilika dan berstruktur atap dari kayu. Kemudian di tahun 404 strukturnya terbakar habis akibat kerusuhan saat pecah konflik politik. Hagia Sophia yang kedua dibangun kembali dengan penambahan ruang-ruang nave. Tak sampai satu abad, gereja Orthodoks Yunani ini kembali dibakar akibat kerusuhan.

Karena kesulitan membangun kembali, Hagia Sophia dihancurkan dan didesain ulang sama sekali baru. Jadi, desain yang ada hingga sekarang adalah Hagia Sophia yang ketiga, yang selesai dibangun tahun 537.

Dari segi arsitektur, Hagia Sophia merupakan kombinasi dari elemen tradisional basilika Orthodoks dengan kubah besar, setengah kubah di atas altar dan dua narthex. Kubah-kubahnya didukung oleh busur-busur yang dilapisi dengan mosaik, suatu seni melapis dinding dengan potongan keramik kecil-kecil.
Untuk mendukung kreasi sebuah basilika megah, Kaisar Justinian, memerintahkan semua perwakilan dari provinsi di wilayahnya untuk menyumbang elemen arsitektur dan dipasang di Hagia Sophia.

mosaik hagia sophia
mosaik, seni tempelan keramik kecil membentuk gambar

Marmer yang digunakan untuk lantai dan langit-langit diproduksi di Anatolia (sekarang Turki timur) dan Suriah, sementara batu bata lainnya (digunakan di dinding dan bagian lantai) berasal dari Afrika Utara. Interior Hagia Sophia dilapisi dengan lempengan marmer besar yang telah dirancang dengan motif meniru air yang bergerak. Kemudian 104 kolom Hagia Sophia diimpor dari Kuil Artemis di Ephesus, serta dari Mesir.

Ciri Arsitektur Bizantium dapat ditandai dari adanya kubah-kubah besar dan kecil disertai jendel-jendela berbentuk busur, kolom-kolom dengan ornamen di kepala kolom, dan denah polygonal.

2 – Arsitek Yunani

perhitungan matematis pada hagia sophia
perhitungan matemati denah Hagia Sophia

Setelah mengalami renovasi berulang kali, pada desain Hagia Sophia yang ketiga, Justinian menugaskan Antemio de Trales (ahli struktur) dan Isidoro de Mileto (ahli matematika) dari Yunani, sebagai arsitek. Pembangunan Hagia Sophia yang baru ini diselesaikan hanya dalam waktu enam tahun dengan perhitungan cermat secara matematis, mulai dari dimensi denah, tinggi bangunan, hingga diameter kubah-kubah serta besarnya pendentive.
Lebih dari sepuluh ribu orang dipekerjakan untuk membangun gereja, yang secara kontemporer diakui sebagai karya utama arsitektur.

3 – Alih Fungsi Berulang pada Hagia Sophia

denah dan potongan
gambar denah dan potongan Hagia Sophia

Beginilah alih fungsi berulang kali pada Hagia Sophia:
537-1204 : Gereja Katedral Orthodoks Yunani
1204 – 1261 : Gereja Katedral Katolik Roma
1261 – 1453 : Gereja Katedral Orthodoks Yunani
1453 – 1935 : Masjid Ottoman
1935 – 2020 : Museum
2020 – hingga sekarang : Masjid

Penamaan Hagia Sophia menurut catatan sejarah diambil dari Sancta Sophia atau Sancta Sapientia yang artinya Kebijaksanaan Suci. Nama lengkapnya dalam bahasa Yunani adalah Ναὸς τῆς Ἁγίας τοῦ Θεοῦ Σοφίας, Naos tēs Hagias tou Theou Sophias, “Tempat Peziarahan Kebijaksaan Suci Tuhan.

Ketika Kekaisaran Bizantium runtuh dan digantikan oleh Kesultanan Ottoman (Utsmani). Di bawah Sultan Muhammad al-Fatih (1451-1481), Hagia Sophia pun alih fungsi menjadi masjid. Arsitek Utsmaniyah kemudian menghapus atau menutupi simbol-simbol Ortodoks di dalam bangunan itu, seperti mozaik Yesus, Maria, dan para martir dalam agama Kristen. Pada Aya Sofya (ejaan Hagia Sophia dalam bahasa Turki) kemudian ditambahkan mihrab, dan mimbar. Ketika terjadi gempa yang sempat meruntuhkan sebagian masjid, arsitek Mimar Sinan kemudian merenovasi dan menambahkan empat buah menara untuk memperkuat strukturnya.

mihrab hagia sophia
mihrab Hagia Sophia/ Aya Sofiya

Di bawah pemerintahan Kemal Attaruk, masjid Aya Sofya ditutup selama 4 tahun kemudian alih fungsi menjadi Museum. Berbagai ornamen dan mozaik yang sempat dilapis semen di era Ottoman kemudian direnovasi dan ditampilkan kembali. Sehingga pengunjung Museum dapat melihat dua simbol keagamaan tampil dalam satu ruangan. Hingga 2014, Museum Hagia Sophia menarik hingga 3.3 juta pengunjung per tahun.

Kini, karena statusnya sudah menjadi masjid, rencananya selama ibadah shalat dilaksanakan di dalamnya, pemerintah Turki menutup gambar Yesus, Bunda Maria dan orang-orang kudus Kristen dengan teknologi khusus yang menggunakan teknik pencahayaan, sebagaimana dilaporkan Greek City Times. Menurut media setempat, tirai khusus akan digunakan selama ibadah shalat berlangsung. Ada pun karpet akan digelar di lantai untuk menggelapkan ruangan agar gambar-gambar dari ajaran Kristen yang memantul dari lantai marmer tidak tampak.

4 – Keunikan Kubah Hagia Sophia

keunikan hagia sophia
keunikan kubah utama Hagia Sophia dengan 40 jendela berbentuk busur

Perhatian utama pada bangunan besar yang berukuran 82 X 73 m ini terletak pada kubah atau dome yang unik sebagai lambang Arsitektur Bizantium.
Secara geometri, kubah adalah bentuk bola terpotong, sehingga logika proyeksinya atau denahnya akan berbentuk lingkaran dan ditopang oleh jajaran kolom mengikuti keliling lingkaran. Keunikan Hagia Sophia terletak pada denahnya yang ternyata berbentuk segi empat. Peralihan dari dome bentuk lingkaran ke bentuk segi empat, ditopang oleh bentuk-bentuk busur dan diteruskan ke kolom di masing-masing sudut. Peralihan ini dinamakan pendetive, penyelesaian struktur yang unik pada waktu itu.

keunikan pendentive pada struktur
analisis penyaluran gaya mekanika dari atap dome ke kolom-kolom

Diameter kubah 31,7 meter dan tingginya 55,6 meter dari lantai dasar. Kubah pusat ini bersandar pada lingkaran jendela dan didukung oleh dua semi-kubah dan dua bukaan melengkung untuk membuat nave besar. Dindingnya dilapisi dengan mosaik Bizantium rumit yang terbuat dari emas, perak, kaca, terra cotta dan batu berwarna-warni, serta menggambarkan pemandangan terkenal dan tokoh-tokoh dari Injil Nasrani.

Ada 40 buah jendela kecil yang mengelilingi dasar kubah besar, sehingga sinar matahari yang menerabas melalui jendela akan menyinari mosaik-mosaik emas di lapisan dalam kubah. Jendela tidak hanya sumber cahaya tetapi juga penanda bila ada kerusakan di kubah dan sebagai penyaluran beban kubah ke pendentive serta kolom.

5 – Konflik Politik

interior museum
interior museum Hagia Sophia
penanda agama
ornamen mosaik Bunda Maria-Yesus dan asma Allah swt – Muhammad saw

Bangunan ikonik kota Istanbul ini memang sarat konflik. Sejak awal pembangunannya, silih berganti alih fungsi karena campur tangan penguasa. Dari gereja Katedral Katolik Ortodoks, alih fungsi ke Katedral Katolik Roma, kembali lagi menjadi Katedral Katolik Ortodoks. Kemudian beralih menjadi Masjid, alih fungsi sebagai Museum, dan kini kembali menjadi Masjid.

Kepala Gereja Ortodoks Timur dan pemerintah Yunani menentang langkah Turki mengubah status Hagia Sophia menjadi masjid, karena bangunan itu dianggap rumah bagi jutaan pengikut Ortodoks. Perwakilan dari UNESCO kemudian akan mempertimbangkan kembali status sebagai World Heritage, setelah pemerintah Turki mengalihfungsikan dari Museum menjadi Masjid. Silang pendapat juga terjadi dari pemuka agama Islam, karena asal mula nama bangunan yang merupakan nama Nasrani, Sancta Sophia. Berbeda bila sejak awal bangunan didesain sebagai masjid, umumnya mengambil nama-nama Islami.

Kontroversi tidak berasal dari luar negeri, tetapi terjadi juga di dalam negeri Turki, berkaitan dengan kembalinya alih fungsi dari museum menjadi masjid. Jejak pendapatpun digelar sebanyak ke 2.414 orang, 73,3% warga menyatakan mendukung mengubah Hagia Sophia menjadi masjid. Jajak pendapat itu menyebutkan hanya 22,4% menjawab “Tidak”, sementara 4,3% tidak menyatakan pendapat.

Sebetulnya alih fungsi bangunan akibat campur tangan penguasa lazim di negara-negara Mediterania ini, apalagi bila dikaitkan dengan sejarah pecahnya perang Salib dan runtuhnya Kesultanan Ottoman. Banyak bangunan yang semula gereja, alih fungsi masjid, alih fungsi lagi gereja terdapat di negara Spanyol, Yunani, dan Turki. Posisinya yang di utara kota Makkah tidak terlalu mengubah posisi bangunan untuk menempatkan mihrab menghadap ke Kiblat dan dikembalikan sebagai tempat altar pada gereja.

Istimewanya pada Hagia Sophia (masjid Aya Sofiya), bila ditarik garis lurus, mihrab menghadap ke Masjid Al Aqsha dan Masjidilharram sekaligus.

Arah Qiblat Masjid Aya Sofiya ke Al Aqsha dan Al Harram

Nah, itulah 5 keunikan Hagia Sophia yang keberadaannya menjadi sumber pembelajaran bagi berbagai disiplin ilmu, antara lain, sejarah, desain interior, arsitektur, sipil, dan keberagaman agama dunia. Harapannya, apapun alih fungsi yang sekarang diputuskan, semua pihak menerimanya dengan bijak demi perdamaian dan persatuan umat di seluruh dunia.

Bandung, 14 Juli 2020

18 Komentar

  • Dian Restu Agustina

    Anakku yang sudah ke Hagia Sophia saat acara festival budaya anak dari sekolahnya ke Turki. lihat fotonya saja sudah terpesona akutuuu. Semoga bisa ke sana satu saat nanti Aamiin.
    Oh ya ketika diumumkan peralihan fungsinya dari museum ke masjid aku belum tahu kalau sejarahnya sepanjang itu. Dari artikel mba Hani ini jadi mengerti….Semoga ini terbaik untuk semua pihak.

  • Erny Kusuma

    Bangunan Hagia Sophia memang megah bnget ya mba. Terlihat dari kubahnya amazing skali. Di Malang ada masjid yg mirip sekali mba krn mmg desainnya niru yg ada di Hagia Sophia. Keren. Thx info sejarahnya ya mba…

  • Bang Doel

    Hagia Sophia lagi rame ya. Terlepas dari pro-kontranya sebagai bangunan peribadatan, cuma beberapa timeline sempat panas karena saling klaim informasi. Padahal kenapa harus ribut kalau bisa dinikmati sebagai bagian dari kekeayaan sejarah seperti diulas di tulisan ini.

  • Dyah ummu AuRa

    Arsitekturnya juara banget hagia sophia ini ya. Pas kemarin nonton azan perdana pembukaan kembali hagia sopia, hiks terharu banget dengernya. Pengen banget berkunjung ke sana.

  • Maria tanjung

    Sempat terpikir hagia sophia itu nama orang, hehehe..saking ga update informasi. Lihat bangunannya artistik banget ya mbak. Semoga saya ada rezeki utk berkunjung ke Turki. Aamiin.

  • BayuFitri

    Sy pribadi kagum banget dengan desain arsitektur rmh ibadah di luar negeri terlepas peruntukannya suka silih berganti sy lbh tertarik mengagumi arsitektur bangunannya.. keren bnget..orng di masanya bisa kepikiran bikin desain yg menurut sy rumit tp indah…

  • Susindra

    Hagia Sophia menghangat kembali ya sekarang-sekarang ini. Sebagai muslim saya tentunya ingin tetap menjadi masjid. Tapi karena suara saya jauh dan mungkin tidak didengar, saya hanya diam saja.
    BTW, terima kasi informasi super komplitnya. Banyak informasi baru yang saya serap di sini. Saya sangat suka karena saya sangat suka sejarah.

  • Andayani Rhani

    Masya Allah jadi tambah ilmu dan khazanah tentang hagia sophia ini terlebih saya juga suka dengan desain interior. Semoga suatu saat bisa mengunjungi langsung tempat ini ,aamiin 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *