Sebuah pesan WhatsApp dari seorang blogger sampai ke saya, yang isinya mengajak untuk bergabung di komunitas penulis bernama Pondok Antologi Penulis Indonesia. Sesuai namanya tentu saja, kami yang bergabung diminta menulis artikel antologi dengan tema mengikuti syarat dan ketentuan.
Tema kali ini merupakan antologi ke-9 dari komunitas PAPI, dengan tema Pasar Nusantara. Walaupun sering menulis antologi, biasanya karena saya ingin menulis tentang tema tertentu. Maka di-wapri oleh mbak Annie Nugraha, founder komunitas PAPI, untuk bergabung merupakan suatu kehormatan bagi saya. Apalagi motonya sangat unik: Meramu Kata Berbagi Cerita.
Setelah menyatakan tertarik, karena saya punya foto-foto tentang pasar, dan ada kesan tersendiri pada setiap pasar, maka saya ditarik ke grup WhatsApp khusus.
Satu per satu peserta mulai bergabung dan mengisi daftar nama pasar dan kotanya. Saya rencananya menulis dua artikel tentang pasar, yaitu Pasar Gede Hardjonagoro di Surakarta dan Pasar Burung Sukahaji di Bandung.
Buku “Budaya Nusantara dalam Cerita”
Setelah bergabung dalam grup PAPI, saya pun inisiatif memesan buku-buku yang telah diterbitkan oleh PAPI sebelumnya. Apa yang saya pelajari dari mentor menulis buku solo, kita harus membaca minimal lima buku sejenis, sebelum menulis buku.

Judul buku: Budaya Nusantara dalam Cerita
Nama Penulis: Annie Nugraha, dkk
Penerbit: Stiletto Book
ISBN: 978-623-409-394-0
Genre: Nonfiksi-Ulasan budaya
Ukuran: 130×190 mm
Jumlah halaman: 171 halaman
Cetakan Pertama: Juni 2024

daftar isi “budaya nusantara dalam cerita”
Buku ini ditulis oleh 10 orang kontributor, yang intinya menuliskan bahwa melestarikan budaya nasional sesungguhnya adalah tugas kita bersama. Tindakan nyata yang dilakukan bisa bermacam-macam wujudnya. Salah satunya adalah dengan mengabadikannya melalui tulisan yang bisa menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi siapa pun yang membacanya.
Saya tertarik dengan judul buku “Budaya Nusantara dalam Cerita” tujuannya ingin mengetahui gaya diksi para kontributor, yang beberapa di antaranya juga bergabung untuk menulis tema Pasar Nusantara.
Menilik S & K yang dibagikan mbak Annie dan hasil diskusi di grup, gaya penulisan antologi PAPI adalah storytelling. Gaya penulisan yang masih harus saya dalami, karena sebagai blogger biasanya saya menulis poin-poin saja. Belum lagi kalau mengikuti kaidah SEO, tentunya beda lagi trik menulisnya.
Saat ini saya baru membaca separuh buku, yang meliput berbagai rangkaian cerita indah tentang budaya Nusantara. Mulai dari tenun Aceh, Bentenan, Gong Factory, Pertunjukan Karawitan, Pesona Desa Wae Rebo, dan lain-lain.
Buku “Meniti Waktu Merangkai Mimpi”
Buku berwarna hijau cerah ini ditawarkan mbak Annie untuk melengkapi pesanan buku saya, yang menurutnya merupakan buku terbaik sejauh ini.
OK, tak lama dua buku antologi PAPI pun mendarat di rumah saya.

Judul buku: Meniti Waktu Merangkai Mimpi
Nama Penulis: Annie Nugraha, dkk
Penerbit: Annie Nugraha Mediatama
ISBN: 978-634-04-0017-5
Genre: Nonfiksi
Ukuran: 130×190 mm
Jumlah halaman: 215 halaman
Cetakan Pertama: Juli 2025

sebagian daftar isi
Buku ini berkisah tentang mimpi dan harapan para kontributornya. Tentang besok, minggu depan, bulan berikutnya, bahkan bertahun-tahun mendatang.
Antologi PAPI ke-7 yang meramu artikel dari 15 kontributor tentang mimpi mereka masing-masing. Antara lain kegalauan ketika mencapai usia tertentu, rencana lima tahun mendatang, persiapan menyosong kematian, termasuk mimpi mbak Annie mendirikan publishing company.
Buku “Jelajah Pasar Nusantara”
Di buku inilah saya memberanikan berkontribusi menulis tentang pasar di Indonesia. Seperti yang sudah dituliskan di atas, saya mengirimkan dua artikel pasar.
Waktu yang disepakati sesuai dengan syarat dan ketentuan adalah tiga bulan, yang saya rasa sangat cukup untuk menulis 2000-2500 kata.
Format sudah ditentukan bahkan judul pun dibatasi hanya lima kata.
Saya menyempatkan waktu untuk riset pasar, mewawancarai pemilik lapak di pasar yang saya kunjungi, dan mengambil foto sesuai produk yang dijual.

Judul buku: Jelajah Pasar Nusantara
Nama Penulis: Annie Nugraha, dkk
Penerbit: Annie Nugraha Mediatama
ISBN: 978-634-04-5826-8
Genre: Antologi Nonfiksi
Ukuran: 130×190 mm
Jumlah halaman: 203 halaman
Cetakan Pertama: Januari 2026

sebagian daftar isi
Awalnya ada 24 penulis yang akan berkontribusi, tetapi setelah disepakati perpanjangan waktu, tiga penulis tidak memenuhi komitmen.
Menurut saya buku antologi Pasar Nusantara ini sangat menarik, karena banyak cerita dari pasar-pasar yang ada di Indonesia. Ada pasar yang menjual barang primer kebutuhan sehari-hari, tetapi ada pula pasar yang hanya menjual produk tertentu. Bahkan ada kontributor yang menuliskan pasar di dalam apartemen.
Di tengah maraknya promosi objek wisata sebagai tempat yang layak dikunjungi, menyambangi pasar justru menambah insight kita tentang kehidupan sehari-hari suatu tempat.
Penutup
Itulah tiga buah buku dari Pondok Antologi Penulis Indonesia yang ingin saya baca dalam waktu dekat ini. Alasannya tentu saja, membaca tulisan teman-teman sebuku, mendapatkan informasi baru sesuai dengan tema buku, dan mempelajari gaya penulisan teman-teman.
Selain menulis buku antologi, saya juga penulis buku solo/kolaborasi/bunga rampai, dan ngeblog di beberapa blog pribadi yang kategorinya berbeda-beda. Sebagai bloger sama halnya teman saya Dian Restu Agustina, ada kategori di blognya yang juga menyematkan review atau resensi buku. Artinya sebelum membuat review, kami punya komitmen untuk membaca bukunya terlebih dahulu.
Untuk menyelesaikan membaca tiga antologi di atas, saya usahakan setiap hari minimal membaca dua atau tiga artikel. Memang sebagai ibu rumah tangga, kita harus meluangkan waktu di antara kesibukan untuk membaca buku fisik.
Bagi teman-teman yang berminat mempunyai buku fisik bisa banget bergabung di komunitas PAPI, loh. Untuk tahun 2026 ini ada lima tema antologi yang sudah dijadwalkan penulisan dan penerbitannya. Silakan cek ke IG-nya @pondok_antologi

Nah, teman-teman apa kiatmu untuk konsisten membaca buku? Kalian lebih suka buku fisik atau buku digital?

Udah lama nih aku gak nulis antologi, dulu rutin bikin tulisan antologi, biasanya di sayembara gitu sih dan diseleksi buat memacu diri sendiri juga sih. Menarik ini ada komunitasnya, coba bergabung ah sapa tau temanya menarik
Aku malah baru sekali ikut nulis antologi, kak. Pengennya sih punya buku solo tapi gabung nulis antologi lagi kayaknya oke juga buat mengasah kemampuan menulis lebih tajam lagi. Samaan nih pengen juga gabung ke komunitas yang mendukung penulis antologi kalo ada.
menarik banget tema tema antologi di PAPI, aku tertarik baca yang mengenai impian itu dan budaya nusantara dalam cerita. Aku baru tahu mengenai PAPI ini, dulu banget pernah melahirkan karya antologi tapi belakangan belum huhu, sepertinya aku harus follow nih IGnya
Aku sepakat. Komunitas Pondok Antologi Penulis Indonesia memang nggak kaleng-kaleng kalau memilih tema untuk buku mereka.
Selalu memilih tema yang menarik dan memberi insight lebih bagi pembaca, termasuk buku Jelajah Pasar Nusantara.
Di tengah semua yang serba modern, pasar tradisional tetap punya tempat yang hangat di hati masyarakat Indonesia.
Tema-tema pilihan untuk setiap buku dari Pondok Antologi Penulis Indonesia memang keren-keren deh, Kak. Ada tentang budaya. Malah ada yang tentang pasar tradisional di tengah segala gemerlap modern saat ini.
Baru sekali ikut nulis di PAPI. Alhamdulillah, positif banget komunitasnya, terlebih diketuai Mbak Annie sekaligus publisher-nya. Pasti seru banget.
Dari yang awalnya blogger terbiasa nulis poin-poin, jadi diajak masuk ke storytelling. Menurut aku sih ini lompatan yang bagus. Apalagi sampai riset pasar, wawancara pedagang, dan baca buku kontributor lain buat nyesuaiin gaya menulis kita. Menarik semua pokoknya.
Keren Kak menelurkan tiga buku antologi bareng Pondok Antologi Penulis Indonesia. Produktivitas seperti ini memang perlu digali selalu oleh kita sebagai blogger ya.
Semoga buku-buku yang telah terbit, memberikan khasanah indah untuk pembaca
Wah makasih udah ditulis review-nya
saya maju mundur untuk berkontribusi dalam buku antologi
maunya fokus menyelesaikan buku saya dulu, sesudah itu ikutan buku antologi
eh akhirnya malah dua-duanya gak rampung 😀
Seluruh buku yang disebutkan di atas belum ada yang saya baca. Jadi penasaran pengen baca setelah lihat daftar isinya. Menarik deh bisa belajar banyak tentang Indonesia dari yang dituliskan tiap penulis. Tahun ini sudah bertekad mesti membiasakan diri lebih sering lagi membaca buku. Bismillah, semoga terealisasi.
Kedua tema yang diangkat menarik ya.. Saya tertarik dengan pasar Nusantara.
Menilik nama-nama penulisnya beberapa orang familiar sebagai teman blogger tapi yang pernah bertemu baru sama mas Teguh S dan Mbak Dian Radiata.
Ohya, selamat mbak Hani, hebat kali ini bisa terpilih dua kisah yang naik cetak.
Keren banget sih, bisa berkarya bareng penulis lainnya dalam suatu antologi. Ada antologi tentang pasar-pasar Nusantara ya, kayak unik banget topik yang diangkat.
Iya saya loh punya mimpi bisa berkontribusi dan berkolaborasi dengan PAPI semoga someday bisa kesampaian. Buku-bukunya unik-unik.
Keren banget Buuu, apalagi buku antologi pasarnya, unik ya. rasa-rasanya saya belum pernah menemukan buku tentang pasar dan beneran ini teh ibu melakukan riset dan wawancara yaaa, jadi penasaran dengan bukunya.
MasyaAllah. Terima kasih sudah menghadirkan PAPI di blog nya ya Mbak Hani. Semoga dengan bergabungnya Mbak Hani di komunitas bisa menambah kuatnya kehadiran PAPI di ranah literasi dan perbukuan cetak di tanah air. Langkah-langkah PAPI memang tidak secepat roket tapi saya yakin dengan hadirnya banyak penulis berkualitas menjadi setiap buku yang dilahirkan bisa membawa manfaat bagi orang banyak, termasuk bagi kontributornya. Apalagi tema-tema yang dibahas lekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Menggarap genre non-fiksi dalam berbagai tema yang menarik.
Yok Mbak, kapan nulis bareng lagi setelah JELAJAH PASAR NUSANTARA?
saya lebih suka baca buku fisik karena lebih fleksible dan gak bikin mata capek
saya ngerasa bisa lebih menjiwai buku fisik dan ikut masuk ke dalam tulisan
mungkin karena saya termasuk golongan boomer ya?
Bahagia deh bisa ikut bergabung di komunitas PAPI ini. bangga bisa berada bersama para penulis penulis dan Blogger blogger keren…
aku sendiri baru ikut di 2 antologi. mau ikutan yang budaya Nusantara eeeh keburu jiper duluan, merasa “belom ke mana mana” padahal … aku kan dari kaltara lama yaaa.. kenapa ga angkat dari sudut itu.
semoga next time bisa gabung lagi!
maksudnya “di Kaltara” bukan dari Kaltara hehhehe… suka typo sendiri deh ini..
Sampai saat ini, aku lebih nyaman baca buku fisik. Makanya tetap rajin beli buku ataupun ikutan giveaway yang hadiahnya buku.
Masha Allah, salah satu buku yang akan mbak baca, ada buku yang dimana aku salah seorang kontributornya 🤩🤩🤩 Jelajah Pasar Nusantara, aku bahas Pasar Modern Santa.
Memang ketiga buku yang mbak pilih sangat menarik, buku kedua, aku pun sudah baca. Banyak pengalaman berkesan dari para penulis. PAPI emang the best banget, sangat konsisten bikin karya dan memberinya pada aktif dalam dunia literasi.
MasyaAllah. Buku PAPI ini bagus-bagus ya temanya. Seringkali mengangkat tentang yang khas dari Indonesia. Salah satu yang bikin saya tertarik itu yang jelajah pasar. Unik banget itu temanya.
Saya masih pilih buku fisik Mba Hani…dan cara saya menjaga kpnsistensi membaca di antaranya adalah memiliki kategori review buku di blog saya, meski ngisinya juga tergantung mood huhuhu
Btw, salut untuk PAPI dengan progam antologinya, tema-temanya keren euy…Sukses PAPI dan para penulisnya