Maraknya akal imitasi atau lebih dikenal sebagai artificial intelligence (AI), apakah akan mengganggu aktivitas penulis dan pelaku kreatif? Benarkah AI ini menjadi saingan dan merebut lapangan pekerjaan yang ada di dunia nyata?
Dalam keseharian, kita menjadi terbiasa mencari informasi dengan bantuan AI, membuat desain, menerjemahkan bahasa, ide konten, menulis artikel, hingga bahan tulisan.
Bahkan saya pernah menjumpai, seorang pebisnis yang dengan bangga menunjukkan sebuah buku karyanya yang merupakan hasil ChatGPT. Menurutnya, buku tersebut, yang berisi kiat-kiat bisnis, hanya disusun dalam satu jam. Kalau sudah begitu, apa yang bisa kita tulis, kalau akan book review?
Apakah layak disebut sebagai penulis buku?
Apa itu Akal Imitasi
Mari kita telaah dan memahami apa itu AI:
AI adalah teknologi cerdas yang memungkinkan mesin untuk belajar, memahami, dan mengambil keputusan seperti manusia.
Sistem kerja AI adalah menganalisis data dalam jumlah besar, mengenali pola, dan menghasilkan solusi atau prediksi untuk membantu manusia.
Itu sebabnya di berbagai perangkat lunak akal imitasi ini, seperti ChatGPT, Gemini, dan Meta AI, serta berbagai software lainnya, kita bisa bertanya apa saja. Asalkan sebelumnya sudah ada yang menanyakan hal yang sama dan sudah ada jawabannya.
Perlu diingat, AI ini sering banget jawabannya random, dan belum tentu sesuai dengan yang dimaksud oleh pencari informasi.
Sebenarnya, AI ini kan alat, jadi sifatnya menjadi alat bantu, bukan sebagai yang benar-benar mampu berpikir, karena dia hanya mengulang jawaban untuk pertanyaan yang sama.
Berikut contoh AI dalam kehidupan sehari-hari:
Rekomendasi Konten
AI bisa menjadi rekomendasi konten dengan menampilkan video, musik, atau artikel sesuai minat kita di YouTube, Spotify, TikTok, dan lainnya.
Pembuatan Konten dengan AI
Sebagai pekerja konten kreatif, AI membantu kita untuk menyusun narasi konten, membuat gambar, desain, musik, hingga video, dalam waktu cepat dan rapi.
Asisten Virtual & Chatbot
Pernah diminta menelepon CS sebuah bank, lalu kalian diarahkan untuk menekan tombol tertentu untuk pilihan pertanyaan tertentu, kemudian terdengar suara manusia menjawab? Ini adalah chatbot, yaitu program komputer atau perangkat lunak yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan dengan pengguna manusia melalui teks atau suara.
Penerjemah Otomatis
Sekarang ini bila kita bepergian ke luar negeri, tak perlu takut akan kesulitan komunikasi dengan warga setempat. Kita bisa cek saja ke HP, yang bisa langsung menerjemahkan teks atau percakapan antarbahasa secara instan dan akurat.
Navigasi & Peta Digital
Siapa nih, yang kalau bepergian, tak lupa cek Google Map dulu sebelumnya, untuk mengetahui rute dan jarak tempuh. Walaupun tidak selalu akurat, yang menandakan, AI memang hanya berupa alat bantu. Selebihnya, kita harus cek ricek di lapangan sesungguhnya.
Keamanan Digital
AI juga bermanfaat untuk mendeteksi penipuan, spam, atau aktivitas mencurigakan untuk melindungi data dan akun kita.
Kamera & Pengenalam Wajah
Ponsel-ponsel keluaran tahun terbaru dilengkapi dengan kamera dan pengenalan wajah. Gunanya untuk membantu membuka kunci wajah, menyortir foto, dan mengenali objek di sekitar kita.
Penutup
AI menjadi penting sekarang ini karena dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, karena AI sudah merekam kejadian serupa sebelumnya, maka AI bisa membantu manusia untuk mengambil keputusan yang lebih tepat. Di sisi lain mendorong inovasi dan kreativitas di berbagai bidang kehidupan.
Walaupun demikian AI memang sangat membantu, tetapi kita harus tetap mengawasi agar penggunaannya etis, aman, dan bisa dipertanggungjawabkan.
Sekali lagi, akal imitasi, adalah ALAT!. Dia berupa tiruan, tetapi bukan pengganti manusia. AI bisa menjadi sahabat terbaik kita di era digital. Tentu saja, kreativitas dan rasa akan keindahan maupun suasana hati, masih menjadi milik manusia seutuhnya.
Tantangan bagi penulis artikel maupun penulis buku, bisa saja AI membantu untuk menyusun poin-poin penting sesuai tema atau kerangka penulisan buku. Tetapi narasi artikel dan isi buku tetaplah menjadi kewenangan kita sebagai penulis. Hal-hal detail berupa pengalaman pribadi, quote yang mengandung curahan hati, lebih mengena dibaca, karena terasa sisi manusianya.
Sumber image: https://www.pexels.com/photo/white-and-blue-robot-figure-8566473/
