desain

Rupa Dasar

Matakuliah Rupa Dasar mengajarkan penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang, dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Rupa Dasar di beberapa perguruan tinggi, matakuliah ini bernama Nirmana, terbentuk dari dua kata yaitu nir yang artinya tidak dan mana artinya makna. Jika digabungkan artinya tidak bermakna atau tidak mempunyai makna. Tujuan utama dari matakuliah ini adalah membentuk dari elemen-elemen visual yang yang semula tidak mempunyai makna misalnya lambang-lambang berbentuk segiempat, segitiga, lingkaran dan lain-lain. Kemudian diramu dengan komposisi warna, irama, dan tekstur sehingga membentuk makna tertentu. Atau ada juga yang memberi nama matakuliah ini sebagai Estetika Bentuk.

Agar pembelajaran matakuliah Rupa Dasar ini lebih tepat sasaran, umumnya mengelompokkannya menjadi dua materi bahasan, yaitu pertama Dwimatra atau dua dimensi yaitu mengolahnya hanya pada bidang datar saja.

Kemudian yang kedua, Trimatra atau tiga dimensi, yaitu mengolahnya pada ruang yang mempunyai volume.

Rupa Dasar Dwimatra

496d4-gambar1-rupadasar2bwarna_diani_edit
Contoh Dwimatra

Rupa Dasar Dwimatra atau rupa dasar dua dimensi, mengenalkan dan melatih kalian untuk mengolah berbagai elemen material serta berbagai gradasi warna yang mengikuti kaidah-kaidah estetika agar terlihat harmonis.

Kalian diminta berlatih membuat susunan gradasi warna yang cermat, menyusunnya dalam komposisi sederhana dari bentuk-bentuk dasar seperti bentuk persegi, segitiga, lingkaran dan ragamnya. Keseimbangan komposisi perlu diperhatikan antara bentuk ruang, warna, nada dan irama. Selain itu kalian juga akan mempelajari karakter permukaan bidang datar, memahami bahwa bidang permukaan tidak selalu licin, tetapi bisa juga mempunyai permukaan yang terasa bila diraba, atau disebut juga mempunyai tekstur.

Komposisi yang harus kalian kreasi tidak saja komposisi gradasi warna primer, tetapi juga komposisi hitam-putih.

Seorang pelukis kelahiran Hungaria, Victor Vasarely, terkenal dengan karya-karyanya berupa Op Art atau Optical Art, yaitu salah satu aliran dalam seni rupa yang karena mata kita yang memandang dapat menciptakan semacam ilusi akan rupa yang berbeda. Karena imajinasi kita yang memandang, maka akan terasa adanya ilusi gerak, gambar tersembunyi di dalam gambar lain, kesan kilatan dan getar, pola dan kesan cembung-cekung.

Rupa Dasar Trimatra

4708c-gambar4-rupadasartrimatra
Contoh Trimatra

Rupa Dasar Trimatra atau rupa dasar tiga dimensi, mengajarkan tentang berbagai eksperimen dengan berbagai bentuk yang mempunyai volume untuk melatih kepekaan rasa. Materi yang diberikan pada kalian adalah mengolah satu elemen sederhana, misalnya stik es lilin, sedotan, atau korek api, menjadi membentuk pola yang mempunyai kedalaman ruang, yang menampilkan panjang-lebar-tinggi. Sama halnya seperti Rupa Dasar Dwimatra, kalian pun diberi penjelasan tentang bentuk, tekstur, kontur, ruang, komposisi, proporsi, irama, dan kesatuan.

Walaupun sekarang ini dimungkinkan mengolah elemen-elemen visual melalui program komputer, bahkan kalian bisa mencetaknya dalam hitungan menit. Tetapi, seluruh tugas latihan dan karya yang kalian ciptakan, semuanya harus dikerjakan dengan manual atau tangan. Pencampuran warna dan menyusunnya secara gradasi, pada tugas Rupa Dasar Dwimatra, harus kalian taksir sendiri komposisi media pewarnanya. Bila kalian memakai cat poster, kalian harus bisa memperkirakan misalnya warna A bila dicampur dengan warna B akan menghasilkan warna apa. Dengan melatih seluruhnya dengan tangan sendiri, kalian akan terlatih kepekaannya akan warna tertentu. Begitu pula bila kalian mengerjakan tugas-tugas Rupa Dasar Trimatra, bila perlu kalian harus mengiris, mengukir, dan membangunnya sendiri. Karena tujuannya adalah untuk melatik kepekaan estetik dan kemampuan kreatif kalian.

Sahabat muda, secara menyeluruh kepekaan kalian akan visual tidak hanya melalui tugas-tugas Rupa Dasar Dwimatra maupun Rupa Dasar Trimatra, baik berupa komposisi, keselarasan, keseimbangan, irama dan impresi akan bentuk. Ada hal lain yang akan kalian peroleh, yaitu kalian akan menjelajah ruang yang namanya ruang maya. Ruang maya merupakan ruang semu yang tak terhingga, dimana kalian bisa berkarya tak terbendung sesuai dengan imajinasi masing-masing.

Pengaplikasian rupa dasar mutlak untuk semua bidang seni rupa maupun kriya dan desain. Bahkan dalam dunia fotografi, obyek dapat direkam sesuai aslinya, melalui Rupa Dasar, obyek dapat kalian reka menjadi sama sekali berbeda dengan keadaan aslinya. Misalnya langit yang semula biru, dapat kalian olah menjadi jingga dan ungu.

Disarikan dari buku “Kuliah Jurusan Apa? Fakultas Seni Rupa dan Desain”
Penulis: Tri Wahyu Handayani
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Harga: IDR 36.000,-

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *